5 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Pulse Oximeter

  • Whatsapp
pulse oximeter

Pulse oximeter merupakan sebuah alat yang tidak asing selama pandemi Covid-19. Alat ini sendiri memiliki fungsi yaitu mendeteksi tingkat oksigen dalam darah tanpa efek sakit sama sekali. Untuk seseorang yang dinyatakan positif Covid-19 ternyata alat ini berguna sebagai pemantau kadar oksigen, terutama yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Cara pemakaiannya juga terbilang cukup mudah. Yaitu Anda hanya tinggal menjepitkan pulse oximeter ke jari tangan lalu nanti sensor alat akan melakukan evaluasi zat yang ada pada sel darah merah yang fungsinya untuk mengangkut oksigen dari seluruh tubuh. Oximeter ini memiliki layar kecil untuk melihat hasil pengukuran kadar oksigen.

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Pulse Oximeter

Nah untuk pemakaian dari alat oximeter ini, ternyata harus diperhatikan beberapa hal. Alasannya agar fungsi alat oximeter bisa bekerja secara maksimal.

  1. Tidak Menggunakan Henna dan Cat Kuku

Pulse oximeter, meski bisa digunakan juga pada daun telinga dan jari kaki namun umumnya lebih sering dipakai di jari tangan. Nah ketika dijepitkan pada jari tangan, bagian kuku harus bersih dari cat kuku ataupun henna. Sebab keduanya bisa mempengaruhi keakuratan dari hasil alat oximeter.

Selain itu, kuku panjang juga tidak diperbolehkan untuk melakukan pendeteksian dengan alat oximeter. Sebab panjangnya kuku membuat jari sulit untuk masuk dengan benar ke bagian klip oximeter.

  1. Jangan Banyak Bergerak

Saat melakukan pendeteksian oksigen dengan alat oximeter ini baik pada jari maupun telinga, maka anda tidak boleh terlalu banyak bergerak. Sebab gerakan berlebih bisa mempengaruhi keakuratan dari alat ini.

Ketika anda bergerak terlalu berlebihan saat sedang pendeteksian, maka bisa membuat pembacaan oksigen lebih rendah atau lebih tinggi. Sebaiknya minimalisir getaran atau gerakan tubuh supaya hasil yang didapat juga akurat.

  1. Jangan Berada Di Bawah Cahaya Terlalu Terang

Untuk penggunaan alat oximeter yang tepat yaitu pendeteksian oksigen tidak boleh berada di bawah cahaya berlebihan. Ketika banyak cahaya berlebih saat anda sedang mendeteksi menggunakan pulse oximeter, ini bisa mengganggu kerja sistem dari alat tersebut.

Maka dari itu saat sedang mendeteksi oksigen, sebaiknya berada di cahaya normal agar tingkat saturasi oksigen dan detak jantung bisa diukur secara bersamaan.

  1. Tidak Sedang Alami Keracunan Karbon Monoksida

Alat oximeter ini juga tidak akan bekerja dengan baik pada seseorang yang mengalami keracunan karbon monoksida. Alasannya adalah karena ikatan karbon monoksida dengan hemoglobin untuk membentuk karboksihemoglobin akan melakukan penyerapan cahaya serupa dengan oksihemoglobin.

Sehingga ketika anda sedang mendeteksi oksigen dengan alat oximeter tidak akan menghasilkan apapun sebab ada penurunan konsentrasi oksihemoglobin.

  1. Tidak Punya Riwayat Penyakit Anemia

Lalu yang terakhir perlu anda perhatikan juga ketika ingin melakukan pendeteksian oksigen dengan pulse oximeter adalah sebaiknya pasien tidak punya riwayat anemia. Khususnya untuk seseorang yang mengidap anemia berat. Seseorang yang memiliki anemia berat dengan tingkat hematokrit di bawah 10% akan membuat pembacaan oksigen tidak akurat, sebab bisa menghasilkan rata-rata yang lebih rendah.

Nah jadi itu tadi beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan menggunakan pulse oximeter. Karena alat ini sangat berguna untuk pasien dengan Covid-19 positif, maka penting bagi anda untuk membelinya di toko terbaik. Salah satunya Anda bisa mendapatkan dengan mudah alat oximeter ini di Blibli. Blibli menyediakan alat oximeter dengan kualitas terbaik dan harga lebih terjangkau serta terdapat promo dan diskon menarik.

Related posts